Tampilkan postingan dengan label About Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Gedung Tertinggi Indonesia

Wow indonesia akan segera bangun gedung tertinggi di indonesia sekaligus masuk dalam daftar gedung tertinggi di dunia

berikut gedung tertinggi di dunia :

dan berikut rancangan yang sudah di bikin, dan katanya pertamina energy tower akan di bangun di sekitar Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta.

Kamis, 10 April 2014

Nabi Adam, dari JANNAH singgah di SUMATERA ?

Ketika Nabi Adam dan isterinya, melanggar aturan ALLAH, maka dikeluarkanlah keduanya dari Jannah. Ada banyak pendapat tentang dimana tempat Nabi Adam dan isterinya turun.
Seorang ilmuwan Belanda Van K. Razanhover berpendapat bahwa Adam diturunkan di sebuah daratan yang dikenal dengan nama Yetch. Yetch merupakan sebuah daratan yang luas, yang kemudian tenggelam, dan menyisakan daratan yang kita kenal sekarang, sebagai negeri Belanda.
Menurut Razanhover, keturunan Adam pada awalnya adalah makhluk-makhluk raksasa, kemudian pada perkembangannya menjadi kerdil seperti sekarang ini. Dan kehidupan manusia menurutnya, sudah dimulai sejak jutaan tahun yang silam.
Pendapat Razanhover mengenai awal kehidupan umat manusia, nampaknya sejalan dengan pendapat Dr. Musthafa Mahmud, di dalam bukunya ”Bacaan Masa Depan”, beliau berpendapat bahwa ”Umur manusia di muka bumi lebih dari satu juta tahun,barangkali sepuluh juta tahun”.
Sementara itu, seorang penulis Irlandia, Lars F. Hoglund, berpendapat bahwa tempat turunnya Adam tidak lain adalah di wilayah Skandinavia (Finlandia, Island, Swedia, Denmark dan Norwegia). (sumber : Buku ”Para Penghuni Bumi Sebelum Kita”, karangan Muhammad Isa Dawud).

Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abi Hatim, yang diterimanya dari Abdullah bin Umar, menyatakan bahwa Adam turun ke dunia di Bukit Shafa, sedangkan Hawa turun di Bukit Marwah. Akan tetapi, riwayat dari Ibnu Abi Hatim ini terdapat versi lain, yang menyatakan bahwa tempat turunnya Nabi Adam di Bumi, berada di antara negeri Makkah dengan Thaif.
Di sisi lain, menurut riwayat Ibnu Asakir yang diperoleh dari Ibnu Abbas, menyatakan bahwa Nabi Adam turun di Hindustan dan Hawa turun di Jeddah. Dimana makna Jeddah berasal dari kata Jiddah, yang berarti nenek perempuan.
Syaikh Yusuf Tajul Khalwati berpendapat, Nabi Adam turun di Pulau Serendib. Beliau ketika itu menduga, Pulau Serendib adalah Pulau Ceylon (Sri Langka). (sumber : Tafsir Al Azhar, Juzu’ I, tulisan Buya HAMKA)
Tetapi berdasar penelitian, kata Serendib adalah bahasa Sanskerta yang ditulis dalam bahasa Arab, aslinya berasal dari kata Swarna Dwipa atau Sumatera, yang merupakan sebagian dari kawasan Keping Sunda (Sunda Plat).
WaLlahu a’lamu bishshawab
Bahan Bacaan :
1. Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza
2. Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?
3. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi
Catatan :
Meskipun ada kemungkinan Nabi Adam turun di Pulau Sumatera, namun awal perkampungan umat manusia bermula dari dataran Bakkah. Di dataran inilah, Nabi Adam dan Isterinya mulai membangun peradaban umat manusia.
Bakkah adalah nama kuno untuk daerah Makkah dan sekitarnya. Disanalah mula-mula tempat peribadatan didirikan (QS.3:96), dan Bakkah (Makkah) disebut juga Ummul Qura atau Ibu Negeri (QS.42:7).
Di sekitar Bakkah (Makkah), yakni Arafah, dinamai ‘tempat membanjirnya manusia (tempat bertolaknya orang-orang banyak)‘, dikarenakan berasal dari tempat inilah, manusia kemudian ‘membanjiri‘ pelosok bumi.
Sebagaimana firman-Nya…
”… afiidhuu min haitsu afaadha n-naas…”
yang bermakna
”… membanjirlah kamu dari tempat membanjirnya manusia…” (QS. Al Baqarah (2) ayat 199)

Penghuni Langit, dalam Budaya Masyarakat Nusantara

Sang Hyang Ismaya mengamuk, berbagai teknologi persenjataan ia keluarkan untuk mengalahkan lawannya. Sama halnya dengan sang lawan, Sang Hyang Tejamantri, dengan sekuat tenaga ia menahan gempuran-gempuran dari musuhnya.
Pertempuaran dua bersaudara, yang terjadi di Kahyangan, sebuah negeri nun jauh di sana di luar bumi, telah meluluh lantak-kan wilayah sekitarnya. Gunung-gunung dibikin hancur, bahkan akibat dahsyatnya adu kesaktian ini, berakibat merusak tubuh mereka berdua.
Sang Penguasa Kahyangan, Sang Hyang Tunggal langsung turun ke lapangan, mererai pertempuran kedua anaknya. Alhasil keduanya diusir dari Kahyangan, keduanya diperintahkan turun ke bumi, Sang Hyang Ismaya (Semar) mendapat tugas membimbing penguasa berwatak baik dan Sang Hyang Tejamantri (Togog), ditugaskan membimbing penguasa bumi yang berwatak jahat.

Penghuni Langit Pewayangan, bukanlah Penghuni Surga
Kisah di atas, tentu sangat populer di kalangan pecinta wayang. Cerita yang telah berumur ratusan tahun itu, berulang-ulang dikisahkan kembali oleh Sang Dalang.
Tentu semua maklum, yang dimaksud Kahyangan bukanlah surga dalam pemahaman Islam. Karena Kahyangan pada Pewayangan adalah sebuah wilayah yang di pimpin Raja Dewa, yang memiliki istri dan anak.
Bahkan penduduk Kahyangan digambarkan, sering hilir mudik ke bumi, dan ada beberapa diantaranya, berkeluarga dengan penduduk bumi.
Penguasa Mataram, Keturunan Bidadari
Selain Para Dewa, masyarakat kita juga mengenal Penghuni Langit yang lain, yang disebut Bidadari.
Bidadari digambarkan sebagai wanita yang berwajah rupawan, sama halnya dengan Para Dewa, Bidadari ini juga diceritakan sering berpergian menuju bumi.

Dalam dunia genealogy, kita mengenal nama Dewi Nawang Sih, istri dari Raden Bondhan Kejawan (Lembu Peteng).  Mereka berdua dikaruniai anak bernama Raden Depok (Ki Ageng Getas Pandowo).
Melalui zuriat Raden Depok inilah, akan muncul penguasa Mataram Islam pertama, sekaligus leluhur para Bangsawan Jawa, yaitu Raden Danang Sutowijoyo (Panembahan Senopati).
Siapakah Dewi Nawang Sih ?
Berdasarkan kisah legenda, beliau adalah puteri Jaka Tarub, yang menikah dengan seorang Bidadari yang bernama Dewi Nawang Wulan.
Terlepas akan kebenaran Legenda keberadaan Sang Hyang Ismaya (Semar) dan Dewi Nawang Wulan, kisah-kisah itu telah memberi isyarat kepada kita, bahwa sejak dahulu kala, manyarakat di Nusantara telah mempercayai adanya makhluk berakal lain di luar bumi, yang oleh masyarakat barat di-istilahkan sebagai Alien.

sumber : http://kanzunqalam.com

Asal Muasal Nama - Nama Kereta

Nama-nama kereta memiliki makna tersendiri terkait Legenda daerah setempat, icon daerah, akronim tujuan, nama sansekerta, semuanya untuk meningkatkan daya jual dan memudahkan memori.

Nama Sungai :

Sungai yang dialiri di salah satu kota stasiun pemberhentian semisal:

PROGO (Pasar Senen-Lempuyangan),
CISADANE (Tangerang - Tanah Abang),
BRANTAS (Kediri-Tj.Priuk)
LOGAWA (Purwokerto-Jember),
SERAYU (Kroya-Purwokerto-Bandung-Jakarta),
GAJAHWONG (Lempuyangan-Senen)
BOGOWONTO (Tugu-Senen)
BENGAWAN (Solo-Tj.Priuk), mengacu pada sungai bengawan solo

Semua nama diatas itu benar-benar ada Sungai yang bernama itu. Kalo dilihat dari atas, kereta yang sedang bergerak itu terlihat seperti aliran sungai, dan aliran sungai di Jawa rata-rata TIDAK DERAS, so jangan pada protes kalo naek kereta ekonomi jalannya pelan-pelan.

Nama Satwa :

SEMBRANI (Jkt-Surabaya), artinya kuda terbang.
TURANGGA (Bandung-Surabaya) artinya kuda (bahasa sansekerta)
TAKSAKA (Gambir-Yogya)artinya naga yang membunuh Parikesit dalam sejarah Mahabarata
SANCAKA (Yogya–Surabaya) artinya ular (bahasa sansekerta)
HARINA (Bandung-Smarang-Surabaya) artinya kijang (bahasa Jawa Kawi).
GUMARANG (Jakarta-Surabaya) artinya nama kuda dalam legenda Minang
LODAYA (Bandung – Solo) artinya macan yang merupakan penjelmaan dari Prabu Siliwangi ketika berhadapan dengan Prabu Kian Santang (cerita rakyat di Tatar Sunda)
DWIPANGGA (Gambir – Solo) artinya Gajah, sebutan utk kendaraan Dewa Indra yang setia dan mampu melindungi pengendaranya dalam segala cuaca.

Nama Gunung :

ARGO atau Arga merupakan sinonim dari GUNUNG dalam bahasa jawa

ARGO SINDORO (Gambir-Smarang)
ARGO MURIA (Gambir-Smarang)
ARGO PARAHYANGAN (Gambir-Bandung), Gunung Parahyangan atau Priangan (Bahasa Belanda: Preanger) adalah gunung-gunung di daerah kebudayaan Sunda di Jawa Barat
ARGO LAWU (Gambir-Solo)
ARGO BROMO (Gambir-Surabaya) \
ARGO WILIS (Bandung-Surabaya)
ARGO JATI = (Gambir-Cirebon) Gunung Jati , merupakan suatu daerah di kompleks makam sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara
MALABAR (Bandung – Malang) Gunung Malabar merupakan sebuah gunung api yang terdapat di bagian selatan Kabupaten Bandung

Nama Kota :

Jaya = Jayakarta, yang bermakna Jakarta

Tawangjaya (TAWANG semarang – JAYAkarta)
Kutojaya (KUTOarjo – JAYAkarta)
Purwojaya (PURWOkerto – JAYAkarta)
Purbaya (PURwokerto – suraBAYA) = sudah diganti KA LOGAWA
Matarmaja (MAlang-bliTAR-MAdiun-JAkarta)
Bangunkarta (jomBANG, madiUN, dan jaKARTA)
Cirebon Ekspres (Cirebon-Gambir),

Jumat, 27 April 2012

Indonesia Bangun Industri Bahan Peledak Terbesar Se-Asia

SUBANG - Indonesia membangun kawasan industri bahan berenergi tinggi atau peledak (energetic material center /EMC), untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak bagi TNI/Polri.

Pembangunan kawasan di area milik PT Dahana di Kabupaten Subang, seluas 100 hektare itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Subang, Sabtu (4/12).

"Pembangunannya direncanakan selesai pada 2012," kata Menhan dan menambahkan, EMC akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan bahan berenergi tinggi se-Asia Tenggara.

Di lingkungan tersebut juga akan berdiri beberapa pabrik baru, gudang, laboratorium, pusat penelitian, dan fasilitas pendukung lainnya. Saat ini sudah beroperasi beberapa pabrik dan gudang bahan peledak.

"Ada fungsi yang ingin kita kembangkan dari industi bahan peledak militer dan non militer. Karena ini bahan peledak di bawah industi strategis, khususnya untuk amunisi dan propelan. Kita sudah klasifikasi untuk menjadikan area ini sebagai kawasan terpadu industri," tutur Menhan.

Purnomo mengemukakan, selama ini kebutuhan bahan peledak, amunisi dan propelan, masih tinggi.

"Namun, belum bisa dipenuhi secara mandiri, hanya oleh Dahana, beberapa perusahaan dan impor. Jika kawasan ini terbangun, diharapkan kita akan mandiri," katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Pembangunan Usaha PT Dahana Harry sampurno, mengemukakan pembangunan kawasan itu tidak bertujuan komersial.

"Tidak ada aspek komersial, misalnya propelan hanya untuk TNI, seperti amunisi PT Pindad, roket PT DI, isinya kita yang buat," ujarnya. Harry menambahkan, "Jika ada kegiatan ekspor impor maka itu menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan."

MoA PT.Dahana dan Dislitbang AU

Hari sebelumnya Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro juga menyaksikan penandatanganan kerja sama (MoA) pengembangan bahan peledak antara Dinas Litbang TNI AU dan PT Dahana di Tasikmalaya, Jumat (3/12).

Sekretaris Perusahaan PT Dahana Asep Maskandar, dalam jumpa pers setelah acara itu mengatakan, naskah kerja sama yang penandatanganannya disaksikan Menhan itu terutama untuk penyempurnaan rancangan dan sertifikasi satu jenis bom latih pesawat tempur.

Acara di kantor pusat PT Dahana di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, itu juga dihadiri unsur Muspida Kota Tasikmalaya.

Menurut Asep Maskandar, tujuan kedatangan Menhan tesebut untuk membahas pengembangan industri bahan peledak, terutama dalam kemandirian bahan peledak untuk pertahanan negara.

"PT Dahana merupakan sakah satu industri strategis BUMN, dan juga industri pertahanan, yang diharapkan mendukung program pemerintah dalam revitalisasi `alutsista`," kata Asep.

Kerjasama tersebut, menurut Asep,merupakan tindak lanjut dari MoU antara PT Dahana dan TNI AU yang sudah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 November 2010 dalam pembukaan pameran "Indodefence 2010" di Jakarta.

  source : ANTARA